Latest Post

Bulan suci Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah secara personal, tetapi juga ruang refleksi bagi setiap pemimpin dan organisasi untuk menata niat, memperkuat integritas, serta meneguhkan komitmen pelayanan. Dalam konteks organisasi, Ramadan menghadirkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab yang menjadi fondasi utama kepemimpinan yang berkarakter.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil…”
(QS. An-Nisa: 58)

Ayat ini menegaskan bahwa amanah dan keadilan adalah prinsip dasar dalam kepemimpinan. Dalam tubuh PKRT, amanah bukan sekadar mandat organisasi, melainkan tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan. Setiap keputusan, kebijakan, dan langkah strategis harus dilandasi kejujuran serta komitmen untuk menjaga marwah organisasi.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi.”
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Hadits ini mengandung pesan kuat bahwa kepemimpinan adalah tanggung jawab kolektif. Dalam PKRT, bukan hanya ketua atau pengurus inti yang memikul amanah, tetapi seluruh elemen organisasi memiliki peran dalam menjaga soliditas, etika komunikasi, serta arah perjuangan bersama.

Ramadan juga mengajarkan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Kegiatan berbagi takjil, santunan, maupun aksi sosial lainnya yang dilaksanakan oleh PKRT di berbagai tingkatan kepengurusan merupakan wujud nyata kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat. Kepemimpinan yang baik bukan hanya memimpin dalam rapat dan forum resmi, tetapi juga memberi teladan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Lebih jauh, Ramadan menjadi momen muhasabah bagi seluruh pengurus dan anggota PKRT untuk memperkuat sinergi dan soliditas organisasi. Tantangan organisasi akan selalu ada, namun dengan semangat kebersamaan dan komunikasi yang sehat, setiap dinamika dapat dihadapi secara dewasa dan bermartabat. Kepemimpinan kolektif yang dilandasi nilai spiritual akan melahirkan keputusan-keputusan yang bijak serta membawa organisasi menuju arah yang lebih kuat dan terhormat.

Akhirnya, semoga Ramadan ini menjadi titik penguatan komitmen seluruh keluarga besar PKRT untuk terus menjaga amanah, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena sejatinya, kepemimpinan dalam PKRT adalah tentang pengabdian, dan Ramadan adalah pengingat bahwa setiap pengabdian akan bernilai ibadah ketika dijalankan dengan niat yang lurus dan hati yang bersih.(BR)


Kutasari, 1 Maret 2026 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, PKRT Kecamatan Kutasari menggelar kegiatan Amaliyah Ramadan PKRT Kecamatan Kutasari dengan agenda berbagi takjil kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad, 1 Maret 2026, pukul 16.30 WIB hingga 17.30 WIB, bertempat di depan Kantor Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, berlangsung penuh semangat kebersamaan meski diguyur hujan.


Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PKRT Kecamatan Kutasari, Bapak Endro Setiono, beserta segenap Pengurus Harian PKRT Kecamatan Kutasari dan Pengurus Harian PKRT Desa  se-Kecamatan Kutasari. Kehadiran seluruh jajaran pengurus menunjukkan soliditas dan komitmen bersama dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Takjil yang dibagikan dikemas dalam plastik dan disalurkan kepada para pengendara motor, mobil, serta pejalan kaki yang melintas di depan kantor kecamatan. Antusiasme masyarakat terlihat jelas meskipun cuaca kurang bersahabat. Semangat pengurus yang tetap bertahan di tengah hujan menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian sosial lebih besar dari segala keterbatasan.



Sumber anggaran kegiatan ini berasal dari swadaya para Ketua RT se-Kecamatan Kutasari, sebagai wujud gotong royong dan solidaritas antar pengurus dalam mendukung kegiatan sosial keagamaan.

Sebagai bentuk koordinasi dan tertib administrasi, sebelum pelaksanaan kegiatan, Pengurus PKRT Kecamatan Kutasari telah bersurat kepada pihak Koramil Kutasari dan Polsek Kutasari, guna memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.


Kegiatan Amaliyah Ramadan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat eksistensi PKRT sebagai organisasi yang hadir dan bermanfaat bagi masyarakat luas.


Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan sosial berikutnya.

Ketika banjir bandang menerjang kawasan kaki Gunung Slamet, yang tersisa bukan hanya lumpur dan puing-puing. Ada rumah yang rusak, ada dapur yang tak lagi mengepul, ada keluarga yang harus menata ulang harapan di tengah duka.

Di saat itulah, kepedulian keluarga besar PKRT Kabupaten Purbalingga bergerak. Tanpa banyak kata, tanpa menunggu aba-aba panjang, para Ketua RT dan simpatisan GALIBU PKRT bergandengan tangan. Dari desa ke desa, dari kecamatan ke kecamatan, tumbuh satu semangat yang sama: kita tidak boleh membiarkan saudara kita menghadapi musibah sendirian.

Program GALIBU PKRT menjadi jembatan kebaikan. Bantuan dikumpulkan dengan penuh keikhlasan, lalu disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak. Makanan dan bahan pangan untuk mengisi kembali dapur yang kosong. Pakaian dan perlengkapan rumah tangga untuk mengganti yang hanyut terbawa arus. Material bangunan untuk membantu tegaknya kembali dinding-dinding harapan yang sempat roboh.

Relawan turun langsung ke lokasi. Mereka mengangkut, mendistribusikan, bahkan ikut membersihkan sisa-sisa bencana. Ada peluh, ada lelah, tetapi lebih besar lagi rasa persaudaraan yang menguatkan.

Namun kepedulian ini tidak berhenti pada satu peristiwa. Dengan mempertimbangkan kondisi wilayah Kabupaten Purbalingga yang luas dan cuaca yang masih menyimpan potensi bencana susulan, sebagian amanah donasi disepakati untuk disimpan sebagai cadangan dana sosial PKRT PEDULI.

Langkah ini bukan karena menahan bantuan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dan kesiapsiagaan. Karena kita belajar, bahwa musibah bisa datang tanpa aba-aba—baik banjir susulan, tanah longsor, maupun kebakaran rumah yang dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi di beberapa kecamatan.

Setiap amanah yang dititipkan adalah kepercayaan. Setiap paket bantuan yang diserahkan adalah doa. Dan setiap langkah relawan di lapangan adalah bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

Kisah ini bukan sekadar tentang bantuan. Ini adalah cerita tentang hati yang tergerak, tentang tangan-tangan yang saling menggenggam, dan tentang keyakinan bahwa dalam kebersamaan, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan.

Terima kasih kepada seluruh keluarga besar PKRT yang telah menjadi bagian dari gelombang kebaikan ini.

PKRT Peduli. PKRT Hadir. PKRT Mengabdi.

Purbalingga — Kamis, 19 Februari 2026, bertepatan dengan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriyah, menjadi hari yang tak sekadar menandai dimulainya ibadah, tetapi juga menguatkan makna kepedulian. Di pagi yang masih berselimut harap, Tim PKRT PEDULI memulai Donasi Tahap 3 dengan satu tekad: menghadirkan kembali harapan di tanah yang porak-poranda diterjang banjir bandang di kaki Gunung Slamet.

Sejak pagi, tim meluncur menuju Toko Rejomulyo untuk melakukan pembelanjaan material berupa Hebel beserta perekatnya sebanyak 3 truk, serta 3 torn air—1 unit berkapasitas 1200 liter dan 2 unit berkapasitas 550 liter. Dukungan luar biasa kembali diberikan oleh Pak Bowo selaku pemilik Toko Rejomulyo, yang tak henti menunjukkan keberpihakannya pada gerakan kemanusiaan ini. Berkat sinergi yang terjalin, pengiriman bahkan harus dilakukan dalam 4 rit demi memaksimalkan kuantitas bantuan yang bisa disalurkan.


Seperti tahap-tahap sebelumnya, keberangkatan dimulai dari basecamp PKRT di Jl. DI Panjaitan No.92 Purbalingga Lor. Sebelum meluncur, armada truk terlebih dahulu dipasangi banner bertuliskan “DONASI PKRT PEDULI” serta bendera PKRT di sisi kanan dan kiri kendaraan. Seusai Dzuhur, tim melakukan foto bersama di depan armada yang siap berangkat—sebuah potret kebersamaan yang kelak akan menjadi saksi perjalanan penuh makna.

Sepanjang perjalanan menuju Desa Serang dan Desa Kutabawa, bendera PKRT terus berkibar. Namun langit perlahan berubah sendu. Hujan mulai turun di tengah perjalanan, seakan menguji langkah pengabdian. Sesampainya di Posko Induk Desa Serang, hujan masih mengguyur deras, membasahi bumi yang sebelumnya telah lebih dulu tersayat banjir.

Kehadiran Tim PKRT PEDULI disambut hangat oleh Pj Logistik Mbak Uut beserta perangkat Desa Serang. Koordinasi cepat dilakukan untuk menentukan titik penurunan material. Disepakati bahwa bantuan akan dialokasikan ke Dukuh Gunungmalang—wilayah yang terdampak cukup parah.

Sebelum menuju Gunungmalang, tim terlebih dahulu singgah di Desa Kutabawa untuk menyerahkan 3 unit torn air guna melengkapi sarana penampungan air bersih. Beberapa hari sebelumnya, PKRT juga telah menyerahkan 1 torn berkapasitas 1200 liter. Serah terima dilakukan bersama Pak Wahyu yang mewakili pihak desa, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan solidaritas.

Perjalanan menuju Dukuh Gunungmalang menjadi momen yang tak mudah dilupakan. Jalanan sempit, sebagian rusak akibat banjir, berkelok dan menanjak tajam—memacu adrenalin setiap pengemudi. Di sepanjang tanjakan, pemandangan memilukan terhampar nyata: bekas terjangan banjir yang begitu dahsyat, rumah dua lantai yang hilang tersapu arus, bongkahan batu besar yang berserakan, serta batang-batang pohon raksasa yang tercabut dari akarnya. Alam seperti menyisakan cerita duka yang belum sepenuhnya reda.


Sesampainya di lokasi, tim lokal bahu-membahu menurunkan muatan material dari truk. Sementara itu, Tim PKRT PEDULI menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah Pak Karpono selaku Kepala Dusun Gunungmalang untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kejadian yang melanda wilayah tersebut.

Tak jauh dari sana, tim juga mengunjungi posko pengungsian. Hingga hari itu, masih terdapat 9 keluarga yang bertahan di pengungsian, sementara sebagian lainnya menumpang di rumah sanak saudara. Posko tersebut memanfaatkan gedung pertemuan yang sebenarnya masih dalam tahap pembangunan. Meski belum rampung, dinding dan atap telah terpasang, lalu dimodifikasi dengan sekat-sekat kamar lengkap dengan pintu dan kunci. Sebuah ikhtiar sederhana namun penuh martabat—agar para pengungsi tetap memiliki ruang privasi di tengah keterbatasan.

Posko Pengungsian Gunungmalang

Di tengah hujan, medan berat, dan waktu yang semakin senja, pengiriman sisa material terpaksa dijadwalkan ulang untuk hari berikutnya. Tanpa pengawalan langsung dari tim, bantuan akan tetap dikirimkan sebagai bentuk komitmen yang tak boleh surut.

Donasi Tahap 3 ini bukan sekadar pengiriman hebel, perekat, dan torn air. Ia adalah pengiriman harapan. Ia adalah bukti bahwa di awal Ramadhan, saat umat menahan lapar dan dahaga, ada pula yang menahan lelah demi menguatkan sesama.

Di tanah yang pernah luluh, semoga berdiri kembali rumah-rumah yang kokoh.
Di hati yang sempat runtuh, semoga tumbuh kembali keyakinan bahwa mereka tidak sendiri.
PKRT PEDULI hadir—bukan hanya membawa material bangunan, tetapi membawa cinta dan solidaritas yang terus berkibar.

 

Semangat gotong royong kembali menggelora melalui kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I yang dilaksanakan pada tanggal 10 Februari s/d 11 Maret 2026 di Desa Tunjungmuli. Program terpadu antara unsur TNI dan pemerintah daerah ini menjadi momentum penguatan sinergitas lintas sektor dalam membangun desa, baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.

Pada dokumentasi kegiatan Selasa, 17 Februari 2026, terlihat kebersamaan yang solid antara unsur TNI, OPD, pihak Kecamatan, serta berbagai lembaga desa yang turut berpartisipasi aktif di lapangan. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa bukan hanya tugas satu pihak, melainkan kerja kolektif yang dilandasi semangat kebersamaan.

Dokumentasi kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I – Selasa, 17 Februari 2026

Dalam kegiatan ini, PKRT Kecamatan Karangmoncol hadir dan mengambil peran strategis dengan melibatkan unsur pengurus KSB (PKRT Desa dan PKRT Kecamatan). Keterlibatan PKRT bukan sekadar partisipasi simbolik, melainkan wujud komitmen nyata dalam mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Melalui koordinasi yang terstruktur dan komunikasi yang harmonis, PKRT berupaya memastikan sinergi antar unsur berjalan efektif dan berkelanjutan.



TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Tunjungmuli tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta kemanunggalan TNI dan rakyat. Inilah esensi dari “Sengkuyung” — bergandengan tangan, menyatukan tekad, dan melangkah bersama demi kemajuan desa.

PKRT meyakini bahwa pembangunan yang kuat lahir dari kolaborasi yang tulus. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan hasil dari TMMD Sengkuyung Tahap I dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Tunjungmuli serta menjadi fondasi bagi pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.

PKRT — Hadir, Bersinergi, dan Mengabdi untuk Negeri.

 

Program DONASI PKRT PEDULI Tahap 2 kembali menegaskan bahwa gerakan sosial yang kuat lahir dari kolaborasi yang solid. Pada tahap ini, PKRT bersinergi dengan Toko Material Rejomulyo Purbalingga dalam penyediaan material bahan bangunan. Dukungan dari pihak toko material tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan bantuan dapat dipenuhi secara optimal, efisien, dan tepat sasaran.

Kolaborasi ini bukan sekadar transaksi, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap gerakan sosial kemanusiaan yang sedang dijalankan PKRT.

Pengawalan Distribusi dari Basecamp PKRT

Rombongan Tim PKRT PEDULI berangkat dari basecamp PKRT guna mengawal dua truk yang mengangkut material bahan bangunan menuju lokasi terdampak. Pengawalan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan keseriusan dalam memastikan bantuan sampai dengan aman dan sesuai peruntukannya.


Semangat kebersamaan dan militansi tim terlihat sejak awal keberangkatan, menandai bahwa setiap proses distribusi adalah bagian dari amanah yang harus dijaga.

Koordinasi di Posko Induk Desa Serang

Setibanya di Posko Induk Desa Serang, Tim PKRT PEDULI melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, antara lain:

  • Camat Karangreja, Ibu Supriyanti, S.Sos
  • Unsur TNI dari Kodim 0702/Purbalingga, Bpk Sulistiyo
  • Pemerintah Desa yang diwakili oleh Kepala Dusun
  • PJ Logistik Posko Induk, Mba Uut

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan terarah, sesuai kebutuhan lapangan, dan selaras dengan data penerima manfaat. Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama di depan Posko Induk Desa Serang sebagai dokumentasi resmi dan bentuk transparansi kepada publik.

Distribusi Material ke Dusun Kaliurip

Didampingi langsung oleh Ibu Camat dan Kepala Dusun Serang, rombongan Tim PKRT PEDULI bersama dua truk material diarahkan menuju Dusun Kaliurip, salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.

Di lokasi tersebut, tim bersama relawan lokal menurunkan seluruh material bahan bangunan, kecuali torn air yang memang dialokasikan untuk wilayah lain. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga terdampak, termasuk beberapa keluarga yang sedang dalam proses relokasi dan baru memulai pembangunan rumah kembali.



Setelah melakukan peninjauan lokasi terdampak dan melihat progres pembangunan rumah warga, Tim PKRT PEDULI kembali melakukan foto bersama dengan Ibu Camat, Kepala Dusun, PJ Logistik, dan unsur terkait sebagai bentuk sinergi lintas elemen dalam penanganan dampak bencana.

Penyaluran Torn 1200 Liter ke Desa Kutabawa

Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Kutabawa yang juga terdampak banjir bandang. Dampak yang dirasakan warga di wilayah ini antara lain rusaknya jaringan PDAM serta hilangnya sumber mata air dari pegunungan.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung menyaksikan antrean ibu-ibu yang sedang mengambil air bersih melalui saluran pipa darurat akibat tidak adanya fasilitas penampungan air. Kondisi tersebut memperlihatkan betapa mendesaknya kebutuhan sarana penyimpanan air bersih.

Kehadiran Tim PKRT PEDULI dengan membawa torn berkapasitas 1200 liter disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat. Torn tersebut diharapkan menjadi solusi sementara dalam membantu ketersediaan air bersih bagi warga.


Sebagai bentuk simbolis penyerahan bantuan, dilakukan serah terima langsung oleh Ketua Tim PKRT PEDULI sekaligus Sekretaris Jenderal PKRT Kabupaten Purbalingga, Bapak Budi Rahardjo, kepada Ketua PKRT Desa Kutabawa, Bapak Wahyu.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama masyarakat dan unsur terkait sebagai dokumentasi resmi sekaligus simbol kebersamaan.

Komitmen Berkelanjutan

DONASI PKRT PEDULI Tahap 2 bukan hanya tentang penyaluran material dan bantuan logistik. Ini adalah tentang kolaborasi, koordinasi, transparansi, dan kesungguhan dalam mengawal setiap amanah donasi.

PKRT percaya bahwa kerja sosial yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak akan melahirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

PKRT PEDULI — Bergerak Bersama, Menguatkan Sesama. (BR)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget