Latest Post



Warga Desa di Purbalingga, Jawa Tengah, menggelar pemilihan Ketua RT atau Pilkaret. Pemilihan Ketua RT digelar menarik dan unik karena dikemas serasa Pemilu.

Mulai dari ada petugas penyelenggara Pemilu, kotak suara, surat suara, dan bilik suara. Sejak Pagi, warga berbondong-bondong menuju ke lokasi tempat pemungutan suara untuk memilih Ketua RT.

Pemilihan Ketua RT serasa Pemilu sengaja digelar untuk memberikan pembelajaran politik berdemokrasi kepada warga, sehingga tercipta iklim demokrasi. Meskipun hanya Pilkaret, namun tingkat partisipasi warga setempat sangat tinggi. Seluruh warga yang tercatat dalam DPT 100% hadir dan menggunakan hak suaranya.

Diharapkan dengan Pilkaret rasa Pemilu, warga bisa melaksanakan gelaran demokrasi yang langsung, dan jurdil.



Viral, Cowok Gen Z Jadi Pak RT

Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat memanggil ketua RT muda, Sahdan Arya Maulana. Arya datang ke Kantor Wali Kota Jakarta Utara bersama dua rekannya sesama pengurus RT, yakni Riski Saputra, 21 dan Vemmas Wahyu Rianto, 20.

Hendra mengatakan pihaknya mengundang ketiga pemuda pengurus RT 007 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja untuk memberikan apresiasi. Bahkan, saat diwawancarai, Hendra salut dengan kinerja para generasi Z itu.



Jabatan Ketua Rukun Tetangga (RT) terkadang tidak banyak yang diinginkan. Berbeda dengan Hendro Harsono. Pria kelahiran tahun 1979 tersebut hanya bisa pasrah saat ditunjuk sebagai ketua RT 04/ RW 04 Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, sejak 2019 lalu. Meski hanya menjadi ketua RT, suami dari Desi Togik Arsiani, 39, tersebut, malah mengubah pandangan negatif tentang jabatan terendah tersebut. Baginya, suatu pohon akan kuat jika akarnya juga dikuatkan. Prinsip itulah yang membuat Hendro mengubah “Kampung Misterius” menjadi “Kampung Festival”. “Awalnya memang tidak mudah untuk mengubah semuanya. Di awal saya menjabat sebagai ketua RT, banyak cemoohan warga. Saya harus terjun langsung membaur dengan masyarakat selama sembilan bulan. Pendekatan persuasif lewat kesenian musik terus saya lakukan,” ujar Hendro yang juga Ketua Paguyuban RT se-Kelurahan Kertosari tersebut. Hingga akhirnya kampung terpencil tersebut berubah 180 derajat. Gebrakan lewat program cukup banyak. Mulai menggelar pelatihan, agama, hingga kepedulian masyarakat terus dilakukan demi meningkatkan Sumber Daya Alam (SDM) dan ekonomi masyarakat. Simak penjelasan lengkapnya dalam video ini.

Kebiasaan memfotokopi e-KTP yang selama ini dianggap wajar ternyata kini menjadi sorotan serius pemerintah. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menegaskan bahwa praktik penggandaan atau fotokopi e-KTP sudah tidak relevan lagi di era digital dan justru berpotensi melanggar aturan Perlindungan Data Pribadi (PDP).

“Fotokopi e-KTP tidak lagi diperlukan. Data pribadi masyarakat harus dijaga dan tidak boleh disebarluaskan sembarangan karena berpotensi disalahgunakan.”

Pernyataan tersebut disampaikan Teguh saat melakukan kunjungan kerja di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026). Ia menjelaskan bahwa e-KTP saat ini telah dilengkapi dengan cip elektronik canggih yang mampu menyimpan seluruh data kependudukan pemiliknya secara aman dan terintegrasi. Karena itu, lembaga pelayanan publik maupun swasta diminta mulai meninggalkan prosedur lama berupa permintaan fotokopi identitas kepada masyarakat.

Menurut Teguh, semakin banyak salinan fisik e-KTP beredar, maka semakin besar pula risiko penyalahgunaan data sensitif warga negara. Data yang bocor dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk berbagai tindakan ilegal, mulai dari penyalahgunaan identitas hingga tindak kejahatan digital.

Solusi Dukcapil:
Setiap instansi dianjurkan menggunakan card reader atau alat pembaca e-KTP untuk melakukan verifikasi identitas secara langsung tanpa perlu meminta fotokopi fisik dari masyarakat.

Dengan penggunaan teknologi card reader, proses validasi data penduduk dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan aman. Sistem ini dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik menuju era digital yang modern serta selaras dengan standar keamanan data nasional.

Masyarakat pun diimbau mulai lebih waspada terhadap penyebaran salinan identitas pribadi. Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber dan kebocoran data, perlindungan informasi kependudukan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga pelayanan, dan masyarakat itu sendiri.

Catatan Penting:
Mulai sekarang, pikir ulang sebelum menyerahkan fotokopi e-KTP kepada pihak lain. Pastikan penggunaannya benar-benar diperlukan dan dilakukan oleh lembaga resmi yang memiliki sistem perlindungan data yang aman.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2024, Purbalingga berhasil meraih peringkat ke-14 nasional dalam kategori kabupaten dengan status kinerja tinggi. Capaian ini menempatkan Purbalingga dalam jajaran 15 kabupaten terbaik di Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Purbalingga dalam rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 di Jakarta. Momentum ini menjadi simbol pengakuan nasional atas kerja nyata dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik kepada masyarakat.

Capaian ini merupakan hasil dari proses panjang perbaikan dan peningkatan kinerja. Secara kuantitatif, skor EPPD Purbalingga mencapai 3,5094, yang menunjukkan lonjakan signifikan dari kategori sebelumnya yang masih berada pada tingkat sedang. Kini, Purbalingga berhasil naik kelas menjadi daerah dengan kategori kinerja tinggi.

Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa pembangunan di Purbalingga berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penilaian EPPD mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, hingga akuntabilitas pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi yang diraih mencerminkan kualitas pembangunan daerah secara menyeluruh.

Sejumlah media turut menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti bahwa Purbalingga kini telah masuk dalam jajaran daerah berkinerja tinggi secara nasional. Pengakuan ini memperkuat optimisme bahwa arah pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat, dengan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah serta kolaborasi lintas sektor. Capaian ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

PKRT memandang capaian ini sebagai energi positif untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah, serta menjaga semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.

Bagi keluarga besar PKRT, capaian ini patut disyukuri dan dijadikan momentum untuk terus memperkuat peran dalam menjaga kondusivitas, mempererat solidaritas, serta mendukung program-program pembangunan di tingkat akar rumput.

Ke depan, harapannya prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi mampu dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Purbalingga diharapkan semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera.



Kegiatan Silaturahmi & Halal Bi Halal Keluarga Besar PKRT Kabupaten Purbalingga Tahun 1447 H / 2026 yang diselenggarakan pada Ahad, 26 April 2026 di Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga menjadi momentum strategis dalam mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat peran Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PKRT) sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Momentum Idul Fitri bukan sekadar ajang saling memaafkan, tetapi juga wadah konsolidasi organisasi, penguatan komunikasi, serta penyatuan visi antara PKRT dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor. Hadir mewakili Bupati Purbalingga, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Purbalingga Bapak Drs. Suroto, M.Si., Kepala Bakesbangpol Kabupaten Purbalingga Bapak Drs. Much. Umar Faozi, M.Kes., Bapak H. Karsono, S.Pd.I mewakili Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD), serta Bapak Padang Kusumo, SH., MH. selaku Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purbalingga.

Turut hadir pula para Ketua Organisasi Kemasyarakatan seperti Wirapraja, PPDI, dan ABPEDSI Kabupaten Purbalingga, perwakilan Perumda, YPSP Purbalingga, serta jajaran lengkap PKRT mulai dari Dewan Penasehat, Pengurus Kabupaten, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan.

Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh MC spesial Bapak Imam Wibowo, S.Pt., dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Nur Hulam dari PKRT Desa Karanggedang Kecamatan Bukateja. Nuansa religius dan nasionalisme semakin terasa melalui lantunan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKRT yang dinyanyikan bersama seluruh peserta.

Program Unggulan PKRT:
Program sosial GALIBU untuk korban banjir bandang Gunung Slamet berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp85 juta, yang telah disalurkan dalam bentuk bantuan logistik, material bangunan, serta aksi relawan di lokasi terdampak.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PKRT Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bi Halal tahun ini dilaksanakan secara terbatas dengan sistem keterwakilan. Meski demikian, semangat kebersamaan dan soliditas organisasi tetap terjaga dengan baik.

Lebih lanjut, PKRT menegaskan komitmen untuk terus memperkuat organisasi melalui sistem yang lebih terstruktur, modern, transparan, dan akuntabel, tanpa meninggalkan nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi ruh organisasi. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga akan terus diperluas sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili Bupati Purbalingga, Bapak Drs. Suroto, M.Si. menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata PKRT dalam menjaga kondusivitas lingkungan serta menjadi penghubung efektif antara masyarakat dan pemerintah.

Pesan Penting:
Sinergi antara PKRT dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang diikuti sekitar 550 peserta ini berlangsung penuh kehangatan. Tausiyah oleh Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag. menekankan pentingnya silaturahmi serta besarnya pahala bagi para Ketua RT yang mengabdi lillahi ta'ala sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta saling bersalaman sebagai simbol mempererat tali silaturahmi.

Momentum ini menjadi bukti bahwa kebersamaan, kepedulian, dan sinergi adalah kunci utama dalam membangun masyarakat yang harmonis serta mendorong kemajuan Kabupaten Purbalingga ke arah yang lebih baik.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget