Latest Post


Di balik sampainya bantuan PKRT PEDULI ke kawasan kaki Gunung Slamet, tersimpan kisah tentang tangan-tangan yang bekerja tanpa sorotan, tentang peluh yang jatuh tanpa tepuk tangan, dan tentang kepedulian yang tumbuh dari keikhlasan.

Perjalanan kemanusiaan ini dimulai dari kegiatan penggalangan donasi yang dilakukan oleh para Ketuaa RT dilingkungannya masing-masing baik penggalangan berupa uang maupun barang. Perjalanan berlanjut pada kegiatan collecting yaitu menghimpun ditingkat kecamatan atas semua perolehan di setiap desa/keluarahan. Selanjutnya baru ada tim khusus yakni Tim Penjemputan Logistik Kecamatan yang dengan penuh tanggung jawab menyambangi berbagai wilayah, mengumpulkan titipan harapan masyarakat. Satu per satu bantuan dibawa menuju Basecamp PKRT, menjadi simbol kepercayaan dan solidaritas.

Pantang Pulang Sebelum Kenyang Tuntas


Penjemputan/Pengambilan barang dari beberapa Kecamatan bermuara di Basecamp

Di Basecamp, denyut kepedulian terus bergerak. Tim Pengadaan, Packaging, dan Labelisasi PKRT PEDULI bekerja tanpa lelah, memastikan setiap paket bantuan tersusun rapi, layak, dan bermakna. Label PKRT PEDULI bukan sekadar tanda, tetapi janji bahwa bantuan ini disalurkan dengan hati.

Labelisasi "PKRT PEDULI"

Beratnya logistik tak menyurutkan semangat Tim Muat–Bongkar Logistik PKRT PEDULI. Dengan kebersamaan, mereka mengangkat bukan hanya barang, tetapi juga harapan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana.

Estafet menurunkan Donasi dari Truk ke ruang Logistik

Di jalanan menuju kaki Gunung Slamet, Tim Armada Logistik, Personal, dan Relawan menjadi penghubung antara kepedulian dan kebutuhan nyata di lapangan. Seluruh pergerakan dipandu oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Relawan, yang memastikan setiap langkah berjalan selaras, aman, dan tepat sasaran.


Inilah wajah sesungguhnya dari PKRT PEDULI. Bukan sekadar program, melainkan gerakan hati. Sebuah bukti bahwa ketika kepedulian disatukan, jarak, lelah, dan tantangan dapat dilalui bersama demi kemanusiaan.


PKRT PEDULI – Bergerak Bersama, Mengabdi untuk Kemanusiaan.

 

PKRT melalui program PKRT PEDULI kembali menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan dengan menyerahkan bantuan donasi kepada korban bencana banjir bandang di kawasan kaki Gunung Slamet. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Posko Induk Bencana yang berlokasi di Balai Desa Serang, dan diterima langsung oleh Penanggungjawab Logistik Posko, Ibu Uut.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Camat Karangreja, Ibu Supriyanti, S.Sos., yang secara langsung memberikan apresiasi luar biasa kepada PKRT Kabupaten atas kepedulian dan kontribusinya. Bantuan donasi yang disalurkan meliputi makanan siap konsumsi, bahan makanan pokok, pakaian baru, serta peralatan rumah tangga, yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak pasca bencana.

PKRT menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini tidak berhenti pada tahap pertama. Dalam waktu dekat, PKRT berkomitmen untuk segera menyalurkan Bantuan Donasi Tahap ke-2, yang akan difokuskan pada material bahan bangunan, baik untuk keperluan renovasi maupun relokasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Kegiatan penyerahan bantuan ditutup dengan foto bersama Ketua Panitia PKRT PEDULI, Budi Rahardjo, dengan Camat Karangreja, Ibu Supriyanti, S.Sos., yang diapit oleh dua anggota TNI dari Kodim 0702 Purbalingga, sebagai simbol sinergi lintas unsur dalam penanganan bencana.

Tim Relawan PKRT PEDULI ~ Kloter 2

Pada waktu yang bersamaan, Tim Relawan PKRT PEDULI Kloter ke-2 yang berjumlah sekitar 30 personil dan disusuli lagi 20 personil yang berasal dari wilayah luar Kecamatan Karangreja, mendapatkan arahan langsung dari petugas TNI yang juga bertindak sebagai koordinator seluruh relawan kerja bakti di lapangan. Sementara itu, Tim Relawan PKRT PEDULI Kloter ke-1 yang juga berjumlah sekitar 50 personil baik yang mengikuti apel siaga bersama TNI maupun yang langsung ke TKP dimana berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Karangreja, telah lebih dahulu berada di TKP kerja bakti.

Tim Relawan PKRT PEDULI ~ Kloter 1
Secara keseluruhan, sekitar 100 personil relawan PKRT PEDULI diterjunkan ke lokasi terdampak bencana dan tersebar di beberapa titik. Meskipun kedatangan relawan tidak bersamaan—mengingat titik keberangkatan berasal dari berbagai kecamatan—hal tersebut tidak mengurangi soliditas dan semangat gotong royong seluruh relawan di lapangan.


Selama kegiatan kerja bakti berlangsung, kondisi cuaca terang dan hujan silih berganti beberapa kali, namun tidak menyurutkan semangat para relawan dari berbagai unsur yang terlibat. Kegiatan kerja bakti berakhir menjelang waktu Dzuhur, bertepatan dengan tibanya jatah konsumsi dari Dapur Umum Posko Bencana, yang kemudian dinikmati bersama oleh seluruh relawan sebagai penutup rangkaian kegiatan hari itu.


Melalui PKRT PEDULI, PKRT terus berupaya hadir, bergerak, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana, dengan mengedepankan nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan. (BR)

Kepemimpinan (leadership) bukanlah bakat bawaan semata, melainkan kemampuan yang dapat dibentuk, diasah, dan dikembangkan melalui proses pembelajaran serta pengalaman nyata di tengah masyarakat. Organisasi PKRT (Paguyuban Ketua Rukun Tetangga) hadir bukan hanya sebagai wadah koordinasi struktural, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan sosial yang tumbuh dari akar rumput.

Melalui aktivitas organisasi, setiap anggota PKRT memiliki kesempatan untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Leadership Berbasis Pengabdian Sosial

Berbeda dengan konsep kepemimpinan formal yang sering berorientasi pada kekuasaan, leadership dalam PKRT bertumpu pada pengabdian, keteladanan, dan tanggung jawab moral. Seorang pemimpin di lingkungan RT dituntut untuk mampu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta mengambil keputusan yang adil dan bijaksana.

Dalam konteks ini, PKRT menjadi laboratorium kepemimpinan yang nyata, di mana setiap anggota belajar memimpin bukan dengan perintah, melainkan dengan contoh dan kepercayaan.

Proses Pembentukan Leadership dalam PKRT

Kemampuan leadership dalam organisasi PKRT dibangun melalui berbagai proses nyata di lapangan, antara lain:

  1. Pengambilan Keputusan Kolektif
    Anggota PKRT dilatih untuk berdiskusi, bermusyawarah, dan mengambil keputusan bersama demi kepentingan masyarakat. Proses ini membentuk kemampuan berpikir strategis dan rasa tanggung jawab.
  2. Manajemen Organisasi dan Program Sosial
    Keterlibatan dalam perencanaan dan pelaksanaan program PKRT, seperti kegiatan sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan, melatih anggota dalam mengelola tim, waktu, serta sumber daya.
  3. Komunikasi dan Koordinasi
    Seorang pemimpin yang baik harus mampu berkomunikasi secara efektif. PKRT menjadi ruang praktik untuk menyampaikan gagasan, membangun koordinasi lintas wilayah, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.
  4. Penyelesaian Masalah di Masyarakat
    Dinamika sosial di lingkungan RT menghadirkan berbagai tantangan. Melalui PKRT, anggota belajar menghadapi konflik, mencari solusi, dan menjaga harmoni sosial.

Nilai-Nilai Leadership yang Dibangun PKRT

PKRT menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya:

  • Integritas dan kejujuran
  • Empati dan kepedulian sosial
  • Solidaritas dan gotong royong
  • Ketegasan yang berkeadilan
  • Kerja ikhlas dan tanggung jawab

Nilai-nilai ini tidak hanya membentuk pemimpin organisasi, tetapi juga melahirkan figur-figur pemimpin masyarakat yang dipercaya dan dihormati.

PKRT sebagai Kawah Candradimuka Pemimpin Lokal

Melalui interaksi, pengalaman lapangan, serta keterlibatan langsung dalam kegiatan kemasyarakatan, PKRT berperan sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin-pemimpin lokal yang tangguh. Leadership yang dibangun bukan sekadar untuk kepentingan organisasi, melainkan untuk memperkuat tatanan sosial dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.

Penutup

Membangun kemampuan leadership melalui organisasi PKRT adalah investasi jangka panjang bagi kualitas kepemimpinan di tingkat akar rumput. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan nilai kemanusiaan, PKRT terus berkomitmen mencetak pemimpin-pemimpin sosial yang siap mengabdi, menginspirasi, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.

PKRT meyakini bahwa pemimpin besar lahir dari proses kecil yang konsisten, dimulai dari lingkungan RT, untuk masyarakat yang lebih berdaya dan berkeadaban. (BR)

Leadership bukan tentang siapa yang paling tinggi jabatannya, tetapi tentang siapa yang paling siap memikul tanggung jawab. Dalam konteks organisasi kemasyarakatan seperti PKRT, leadership adalah kemampuan untuk menggerakkan, melayani, dan memberi arah dengan keteladanan.

Seorang pemimpin sejati tidak berjalan paling depan untuk dipuji, melainkan berada di tengah untuk menguatkan dan di belakang untuk memastikan semua tetap berjalan. Leadership menuntut keberanian mengambil keputusan, sekaligus kerendahan hati untuk mendengar dan menerima masukan.

Di PKRT, leadership tumbuh dari nilai kebersamaan. Setiap anggota memiliki potensi kepemimpinan, karena kepemimpinan bukan bakat eksklusif, melainkan keterampilan yang diasah melalui empati, komunikasi, dan konsistensi tindakan. Ketika seseorang mampu peduli pada lingkungan, bertindak untuk kepentingan bersama, dan menjaga amanah organisasi, saat itulah leadership hadir secara nyata.

Leadership juga berarti mampu hadir di saat sulit. Dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan, pemimpin diuji bukan oleh pidato, tetapi oleh aksi. Ketegasan tanpa kekerasan, kepedulian tanpa pamrih, serta keteladanan dalam bekerja menjadi ukuran utama kepemimpinan yang sesungguhnya.

PKRT memandang leadership sebagai proses berkelanjutan. Ia tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi hidup dalam setiap gerak, keputusan, dan kontribusi anggota. Dengan leadership yang kuat dan berlandaskan nilai kemanusiaan, PKRT terus berkomitmen menjadi organisasi yang bermanfaat, solid, dan dipercaya oleh masyarakat. (BR)


Panduan Resmi PKRT untuk Pendaftaran Mandiri dan Pengawasan Sosial

Dalam rangka memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia menyediakan fitur Usul (Daftar Mandiri) dan fitur Sanggah pada aplikasi Cek Bansos. Sehubungan dengan hal tersebut, Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PKRT) menyampaikan panduan berikut agar masyarakat dapat memanfaatkan fitur tersebut secara benar, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan.


A. Fitur Usul (Daftar Mandiri)

Solusi bagi warga yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial

Bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai penerima bansos, aplikasi Cek Bansos menyediakan fitur Usul yang memungkinkan warga mengajukan pendaftaran secara mandiri ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Langkah-langkah Pengajuan Usulan:
  1. Buka Menu Daftar Usulan
    Pada halaman beranda aplikasi, pilih menu Daftar Usulan.
  2. Tambah Usulan
    Tekan tombol Tambah Usulan atau ikon +.
  3. Pilih Subjek Usulan
    Tentukan apakah usulan ditujukan untuk:
    • Diri sendiri
    • Anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga
    • Warga lain yang dinilai layak
  4. Isi Data Identitas Lengkap
    Lengkapi data NIK, nama, alamat, kondisi ekonomi keluarga, kondisi rumah, kepemilikan aset, dan sumber penghasilan.
  5. Isi Survei Kondisi Ekonomi
    Jawab seluruh pertanyaan secara jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
  6. Unggah Foto Rumah
    Foto tampak depan rumah serta foto kondisi dalam rumah (dapur, kamar tidur, dan MCK).
  7. Kirim Usulan
    Klik tombol Simpan atau Kirim Usulan.
  8. Pantau Status Usulan
    Perkembangan usulan dapat dilihat melalui menu Riwayat Usulan.

B. Fitur Sanggah

Peran aktif masyarakat dalam pengawasan penyaluran bantuan sosial

Fitur Sanggah disediakan sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk melaporkan apabila terdapat penerima bantuan sosial yang dinilai sudah tidak layak atau tidak memenuhi kriteria.

Langkah-langkah Pengajuan Sanggahan:
  1. Temukan Data Penerima
    Cari nama penerima melalui menu Cek Bansos.
  2. Klik Tombol Sanggah
    Tekan tombol Sanggah atau ikon jempol ke bawah.
  3. Isi Alasan Sanggahan
    Tuliskan alasan secara jelas, objektif, dan faktual.
  4. Lampirkan Bukti (Opsional)
    Unggah foto atau dokumen pendukung jika tersedia.
  5. Kirim Sanggahan
    Klik tombol Kirim. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya oleh sistem.

Penegasan PKRT

PKRT mengimbau seluruh Ketua RT dan masyarakat untuk:

  • Memanfaatkan fitur Usul dan Sanggah secara bijak dan bertanggung jawab
  • Menjaga kejujuran dan akurasi data
  • Mendukung penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dan berkeadilan

Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan sistem bantuan sosial dapat berjalan lebih transparan dan memberikan manfaat optimal bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Dalam rangka mendukung transparansi serta kemudahan akses informasi bantuan sosial kepada masyarakat, Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PKRT) menyampaikan panduan resmi mengenai cara mengecek status Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2026 melalui aplikasi resmi “Cek Bansos” Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Aplikasi ini terintegrasi langsung dengan basis data nasional (DTKS/DTSEN), sehingga informasi yang ditampilkan dapat digunakan sebagai acuan resmi dalam pemantauan status kepesertaan bantuan sosial masyarakat.

Apa Itu Aplikasi Cek Bansos?

Aplikasi Cek Bansos merupakan layanan digital resmi dari Kementerian Sosial RI yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam:

  • Mengecek status kepesertaan bantuan sosial seperti PKH, BPNT, dan PBI-JK.
  • Mendapatkan informasi bantuan sosial secara cepat dan mandiri.
  • Mengajukan usulan penerima baru dan menyampaikan sanggahan terhadap data yang tidak sesuai.

Keunggulan Aplikasi Cek Bansos

  • Akses mudah melalui telepon genggam.
  • Informasi data bansos lebih lengkap dan real-time.
  • Tersedia fitur Usul dan Sanggah.
  • Mendukung transparansi dan validasi data bantuan sosial.

Cara Mengunduh Aplikasi

  1. Buka Google Play Store (Android) atau App Store (iOS).
  2. Ketik “Cek Bansos” pada kolom pencarian.
  3. Pastikan pengembang aplikasi adalah Kementerian Sosial RI.
  4. Klik Unduh / Pasang dan tunggu hingga proses instalasi selesai.

Cara Membuat Akun Baru

  1. Buka aplikasi dan pilih menu “Buat Akun Baru”.
  2. Siapkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) terbaru.
  3. Isi data diri secara lengkap dan benar sesuai dokumen kependudukan.
  4. Unggah foto KTP dan swafoto sambil memegang KTP.
  5. Kirim data dan tunggu proses verifikasi (± 1–3 hari kerja).

Cara Mengecek Status Bansos

  1. Login menggunakan akun yang telah diverifikasi.
  2. Pilih menu “Cek Bansos”.
  3. Isi data wilayah sesuai KTP.
  4. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
  5. Klik tombol “Cari”.
  6. Hasil akan menampilkan status kepesertaan dan jenis bantuan sosial.

Fitur Tambahan dalam Aplikasi

1. Fitur Usul

Digunakan untuk mengajukan diri sendiri atau keluarga agar terdaftar sebagai calon penerima bantuan sosial dengan melengkapi data kondisi sosial ekonomi secara mandiri.

2. Fitur Sanggah

Digunakan untuk melaporkan atau menyanggah data penerima bantuan sosial yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.

Tips Penting

  • Pastikan NIK dan KK telah sinkron dengan data Dukcapil.
  • Gunakan pencahayaan yang cukup saat mengunggah foto.
  • Perbarui aplikasi secara berkala.
  • Jika data tidak ditemukan, lakukan pemutakhiran melalui desa/kelurahan setempat.

Dengan adanya aplikasi Cek Bansos, masyarakat dapat melakukan pengecekan bantuan sosial secara mandiri, cepat, dan transparan. PKRT mengimbau seluruh Ketua RT untuk menyosialisasikan panduan ini kepada warga agar data bantuan sosial tetap akurat dan penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran.

 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget