Kontributor : BR/Sekjen
Berikut narasi jawaban standar yang bisa dipakai Ketua RT saat menghadapi warga komplain bantuan sosial. Bahasanya tenang, empatik, tidak menyalahkan, dan aman secara administrasi.
1. Pembuka (empati dulu)
“Terima kasih Pak/Bu sudah menyampaikan. Saya paham, urusan bantuan memang sensitif dan wajar kalau Bapak/Ibu bertanya.”
2. Penjelasan posisi RT
“Perlu saya jelaskan, RT tidak menentukan siapa yang dapat atau tidak dapat bantuan. RT hanya membantu pendataan dan menyampaikan kondisi warga yang sebenarnya.”
3. Penjelasan sistem DTSen
“Sekarang data bantuan tidak lagi pakai DTKS, tapi DTSen. Di dalam DTSen, warga dikelompokkan berdasarkan kondisi ekonomi, namanya desil.”
4. Alasan umum kenapa tidak dapat bantuan
“Biasanya bantuan hanya untuk desil tertentu. Jadi walaupun sebelumnya dapat, bisa saja sekarang tidak, karena:
kondisi ekonomi sudah dianggap lebih baik, atau
data belum diperbarui, atau
kuota bantuan terbatas.”
5. Penegasan bahwa data bisa diusulkan
“Kalau Bapak/Ibu merasa datanya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, bisa diusulkan perbaikan. Nanti saya bantu catat dan sampaikan ke desa.”
6. Alur yang harus ditempuh
“Prosesnya dari RT, lalu desa, kemudian diverifikasi lagi. Keputusan akhir ada di pusat, jadi memang tidak bisa langsung berubah saat itu juga.”
7. Penutup (menenangkan)
“Yang penting, data Bapak/Ibu kita pastikan benar dulu. Soal dapat atau tidaknya bantuan, itu mengikuti kebijakan dan hasil verifikasi. Kami di RT tetap siap membantu.”


Posting Komentar