Latest Post


Ketokohan bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh melalui proses panjang, konsisten, dan penuh keteladanan. Untuk membangun nilai ketokohan, seseorang perlu menumbuhkan beberapa fondasi penting:


1. Memulai dari Lingkungan Terdekat

Ketokohan selalu berawal dari yang paling kecil.

  • Menjadi teladan di keluarga.

  • Menunjukkan sikap dewasa, tanggung jawab, dan konsistensi.

  • Membangun hubungan yang baik dengan tetangga dan lingkungan sekitar.

Ketokohan yang kuat tumbuh dari kepercayaan yang dibangun paling awal.


2. Memiliki Integritas yang Konsisten

Integritas adalah modal utama seorang tokoh.

  • Ucapan dan perbuatan harus selaras.

  • Komitmen yang dipegang harus dapat dipercaya.

  • Menjaga amanah sekecil apa pun.


3. Membangun Kompetensi dan Pengetahuan

Tokoh tidak hanya “disukai”, tetapi juga “dipercaya” karena kapasitasnya.

  • Menguasai pengetahuan yang relevan dengan bidangnya.

  • Terus belajar dan memperbarui wawasan.

  • Mampu mengambil keputusan secara bijak.


4. Menunjukkan Aksi dan Kontribusi Nyata

Ketokohan tumbuh dari manfaat yang diberikan.

  • Berkontribusi secara nyata dalam lingkungan.

  • Memberikan solusi, bukan hanya kritik.

  • Turut serta dalam kegiatan masyarakat dan organisasi.


5. Kemampuan Komunikasi yang Baik

Tokoh harus bisa berbicara, mendengar, dan menjelaskan gagasan dengan baik.

  • Berbicara dengan sopan dan mudah dipahami.

  • Mampu membangun dialog dan meredam konflik.

  • Menginspirasi melalui pesan yang menenangkan.


6. Kerendahan Hati dan Sikap Melayani

Semakin besar ketokohannya, semakin rendah hati sikapnya.

  • Tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.

  • Melayani masyarakat dengan tulus.

  • Menunjukkan empati dan kepekaan sosial.


7. Konsistensi dalam Memberikan Teladan

Ketokohan tumbuh perlahan tetapi bisa hilang seketika.

  • Menjaga perilaku di ranah publik maupun pribadi.

  • Menjadi teladan dalam disiplin, etika, dan moral.

  • Menunjukkan ketekunan dan kestabilan emosi.


8. Memperluas Medan Sentuh

Tokoh yang besar adalah yang jangkauannya luas.

  • Aktif bergabung dalam kegiatan sosial, keagamaan, kepemudaan, atau organisasi.

  • Menebar manfaat kepada jaringan yang lebih luas.

  • Selalu membuka ruang untuk berinteraksi dan berdialog.


9. Membangun Reputasi dan Kepercayaan

Reputasi adalah buah dari proses panjang.

  • Menjaga nama baik melalui tindakan nyata.

  • Tidak terlibat dalam konflik atau perpecahan.

  • Bersikap dewasa dalam menghadapi kritik.


10. Menerima Evaluasi dan Terus Berkembang

Tokoh yang baik tidak anti kritik.

  • Menerima masukan dengan lapang dada.

  • Melihat kritik sebagai kesempatan untuk berkembang.

  • Memperbaiki diri secara terus-menerus.


Inti dari Ketokohan

Ketokohan adalah paduan antara karakter, kapasitas, dan kontribusi yang dirasakan oleh orang lain.
Ia tumbuh dari keteladanan, dipupuk oleh integritas, dan diperluas oleh manfaat. (BR/Sekjen)

1. Landasan Ketokohan PKRT

PKRT (Paguyuban Ketua RT) merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang beranggotakan para tokoh masyarakat di lingkungan paling dasar pemerintahan, yaitu tingkat Rukun Tetangga. Oleh karena itu, pemahaman mengenai ketokohan menjadi fondasi utama dalam menjalankan fungsi organisasi.

Landasan ketokohan PKRT mencakup:

  1. Keteladanan Moral dan Etika

    Tokoh PKRT harus mampu menjadi contoh dalam perilaku, sikap, dan keputusan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

  2. Kepercayaan Publik

    Ketokohan dibangun atas dasar kepercayaan warga terhadap integritas, kejujuran, dan tanggung jawab seorang Ketua RT.

  3. Kedekatan Sosial

    Tokoh PKRT memiliki kedekatan langsung dengan warga, sehingga nilai ketokohan ditumbuhkan melalui interaksi, pelayanan, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

  4. Peran Strategis dalam Tata Pemerintahan Dasar

    Ketua RT menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga ketokohan menjadi modal utama untuk menjalankan fungsi representasi secara efektif.


2. Prinsip-prinsip Ketokohan PKRT

Ketokohan PKRT dibangun atas prinsip-prinsip berikut:

  1. Integritas

    Menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan, memegang amanah, serta bertindak jujur dalam setiap keadaan.

  2. Kontribusi Nyata

    Tokoh PKRT harus hadir dalam bentuk aksi, bukan hanya wacana. Kontribusi tersebut dapat berupa pelayanan, fasilitasi, atau pemberdayaan masyarakat.

  3. Kedewasaan Sikap

    Mampu mengelola emosi, meredam konflik, dan menjadi penengah yang menenangkan dalam situasi sosial.

  4. Kerendahan Hati

    Semakin besar peran yang diemban, semakin rendah hati tokoh dalam bersikap dan melayani masyarakat.

  5. Kepedulian Sosial

    Peka terhadap kebutuhan warga, serta cepat tanggap dalam berbagai situasi sosial, lingkungan, keamanan, dan kebencanaan.

  6. Kemampuan Berkomunikasi yang Baik

    Mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, menyerap aspirasi masyarakat, dan membangun hubungan harmonis antarwarga.

  7. Konsistensi dalam Keteladanan

    Menjaga perilaku, tutur kata, dan keputusan secara stabil sehingga menjadi sumber kepercayaan masyarakat.


3. Implementasi Ketokohan dalam Kepengurusan PKRT

Nilai ketokohan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata oleh para pengurus dan anggota PKRT. Implementasi tersebut mencakup:

a. Dalam kepemimpinan organisasi

  • Menetapkan arah kegiatan PKRT yang berorientasi pada kemanfaatan sosial.

  • Menjadi teladan dalam setiap rapat, kegiatan, dan program.

  • Menjaga marwah organisasi dengan bersikap profesional dan santun.

b. Dalam pelayanan kepada masyarakat

  • Meningkatkan kualitas komunikasi antara Ketua RT dengan warga.

  • Memberikan pelayanan administrasi dan sosial secara cepat dan tepat.

  • Menjadi fasilitator dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi di lingkungan.

c. Dalam hubungan eksternal

  • Menjalin komunikasi baik dengan pemerintah desa/kelurahan, kecamatan, maupun instansi terkait.

  • Membangun jejaring untuk mendukung program PKRT.

  • Menampilkan citra positif PKRT dalam berbagai kegiatan publik.

d. Dalam pengembangan diri

  • Aktif mengikuti pelatihan, pembinaan, dan kegiatan peningkatan kapasitas.

  • Mengembangkan kompetensi di bidang administrasi, kemasyarakatan, dan komunikasi publik.


4. Indikator Keberhasilan Tokoh PKRT

Untuk menilai keberhasilan seorang tokoh PKRT, beberapa indikator dapat dijadikan rujukan:

  1. Kepercayaan Warga

    • Warga merasa nyaman untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, dan meminta bantuan.

    • Minimnya keluhan terkait pelayanan Ketua RT.

  2. Keterlibatan dalam Kegiatan Sosial

    • Aktif menginisiasi, mendukung, atau memfasilitasi kegiatan masyarakat.

    • Terlibat dalam penanganan masalah sosial, keamanan, dan lingkungan.

  3. Kedisiplinan dan Tanggung Jawab

    • Menyelesaikan tugas administratif tepat waktu.

    • Hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan PKRT maupun pemerintahan desa/kelurahan.

  4. Kemampuan Menyelesaikan Konflik

    • Mampu menjadi mediator yang adil dan menenangkan.

    • Menghasilkan solusi yang diterima oleh pihak-pihak terkait.

  5. Perilaku Teladan

    • Menjaga etika, tutur kata, dan perilaku sehari-hari.

    • Tidak terlibat dalam pelanggaran hukum, moral, atau konflik kepentingan.

  6. Peningkatan Kapasitas Individu

    • Berkomitmen mengikuti pelatihan dan pengembangan diri yang diselenggarakan PKRT.

    • Mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam tugas sosial.

  7. Dampak Positif terhadap Lingkungan

    • Lingkungan RT menjadi lebih harmonis, aman, dan teratur.

    • Terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial. (BR/Sekjen)

 

 

Ketokohan bukanlah status, tetapi proses. Ia tumbuh melalui pengalaman, tindakan nyata, serta komitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan. Dalam konteks PKRT, ketokohan menjadi fondasi utama yang membedakan organisasi ini sebagai wadah para penggerak masyarakat di tingkat Rukun Tetangga.

Makna Ketokohan bagi PKRT

Bagi PKRT, ketokohan merupakan kemampuan seorang pengurus atau anggota untuk menjadi teladan, penghubung, dan penggerak kebaikan di lingkungannya. Tokoh bukan sekadar orang yang dikenal, tetapi sosok yang diharapkan mampu hadir, mendengar, dan menjadi solusi bagi masyarakat.

Ketokohan mencakup tiga ranah utama:

  1. Integritas pribadi — konsisten antara ucapan dan tindakan.

  2. Kepekaan sosial — mampu membaca kebutuhan masyarakat.

  3. Tanggung jawab moral — menjaga marwah organisasi dan amanah publik.

Proses Tumbuhnya Ketokohan

Sebagaimana tanaman tumbuh dengan perawatan yang tepat, ketokohan pun membutuhkan proses pembinaan, ilmu, dan latihan. Tidak ada tokoh yang lahir secara instan. Ketokohan berkembang melalui:

  • Kesediaan untuk belajar dan memperbaiki diri.

  • Keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

  • Kemampuan mengelola komunikasi dan menjaga hubungan sosial.

  • Kecakapan mengambil keputusan yang bijaksana.

PKRT hadir untuk menyediakan ruang pembinaan tersebut—mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga forum tukar pengalaman antar ketua RT se-Kabupaten Purbalingga.

Prinsip-Prinsip Ketokohan PKRT

PKRT menanamkan lima prinsip dasar bagi setiap pengurus dan anggota:

  1. Keteladanan: menjadi contoh dalam sikap dan perilaku.

  2. Kerendahan hati: tidak menempatkan diri di atas masyarakat yang dilayani.

  3. Kebijaksanaan: berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.

  4. Kepedulian: peka terhadap aspirasi dan kebutuhan lingkungan.

  5. Kebermanfaatan: setiap langkah menghasilkan dampak positif.

Ketokohan sebagai Bentuk Khidmah

Dalam perspektif PKRT, ketokohan adalah bentuk pengabdian. Semakin tinggi ketokohan seseorang, semakin besar kewajibannya menjaga amanah. Tokoh bukanlah tempat meminta penghormatan, tetapi tempat masyarakat berharap solusi, inspirasi, dan arah.

PKRT mendorong para ketua RT dan pengurusnya untuk terus memperluas medan sentuh—menghadirkan kontribusi positif di berbagai sisi kehidupan masyarakat, karena niat untuk memberi akan selalu membuka pintu keberkahan.

Harapan PKRT

PKRT Kabupaten Purbalingga berharap nilai-nilai ketokohan ini menjadi karakter utama setiap pengurus. Dengan ketokohan yang kuat, PKRT akan lebih mudah menjalankan fungsi sosial, memperkuat jaringan masyarakat, dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan warga. (BR/Sekjen)


 Pada hari Senin, 3 November 2025, di Pendapa Dipokusumo, secara resmi telah dilantik 16 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga oleh Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif. Bersamaan dengan itu diserahkan pula Surat Keputusan Plt kepada tujuh pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Fahmi mengucapkan selamat kepada pejabat yang dilantik dan menegaskan bahwa amanah dan kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan penuh perhatian, komitmen, dan tanggung jawab. 

Lebih lanjut beliau menekankan bahwa seluruh pejabat yang baru dilantik diharapkan untuk terus mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing, sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. “Sebagai pimpinan di unit kerja, Bapak/Ibu adalah role model bagi seluruh jajaran. Pastikan mampu memberikan keteladanan dalam dedikasi dan integritas sebagai pelayan publik,” ujar beliau. 

Bupati Fahmi juga mengingatkan bahwa paradigma lama, yang memandang pejabat atau ASN sebagai pihak yang dilayani, kini telah bergeser. ASN adalah pelayan masyarakat. Jabatan yang diemban harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian. 

Pelantikan ini menjadi yang pertama di era kepemimpinan Bupati Fahmi bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani. Proses pelantikan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip meritokrasi, sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. 

Dengan terisinya jabatan-jabatan kunci di level Eselon II oleh orang-orang yang kompeten dan sesuai bidangnya, diharapkan struktur organisasi perangkat daerah semakin ideal dan efisien.


Berikut nama-nama pejabat Eselon II yang dilantik:

  1. Siswanto (Asisten 3 Bidang Administrasi Umum)

  2. Tri Gunawan Setyadi (Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan)

  3. Sadono (Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda & Olahraga)

  4. Revon Haprindiat (Kepala BPBD)

  5. Johan Arifin (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)

  6. R. Budi Setiawan (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika)

  7. Eni Sosiatman (Kepala Dinas Koperasi, UKM)

  8. Endi Astono (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan)

  9. Muhammad Fathurrohman (Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan & KB)

  10. Much Umar Faozi (Kepala Kesbangpol)

  11. Bambang Widjonarko (Kepala Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil)

  12. Agung Widiarto (Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan)

  13. Sutrisno (Kepala Dinas Perhubungan)

  14. Raditya Widayaka (Kepala Satpol PP)

  15. Pandi (Kepala Dinas Perumahan & Permukiman)

  16. Prayitno (Kepala Dinas Pertanian) 

 


VISI

PKRT menjadi organisasi yang Mandiri dan Independent


MISI

1. Membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.

2. Meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan kesejahteraan anggota.

3. Membangun system kewirausahaan melalui Sayap Organisasi PKRT.

4. Membangun system nilai positif untuk menjaga marwah organisasi.

5. Memperluas jaringan dan akses dengan media serta organisasi sosial lain.



PENJABARAN VISI DAN MISI PKRT

 

VISI

“PKRT menjadi organisasi yang Mandiri dan Independent.”

Makna Visi:

Visi ini menggambarkan tekad PKRT Kabupaten Purbalingga untuk menjadi organisasi yang mampu berdiri di atas kaki sendiri (mandiri) dalam pengelolaan kegiatan, pendanaan, dan pengembangan sumber daya anggotanya, tanpa bergantung secara berlebihan pada pihak luar.

Selain itu, independent berarti PKRT menjalankan fungsinya secara bebas, profesional, dan objektif, tanpa intervensi kepentingan politik, kelompok, atau individu, dengan tetap menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, sosial, dan kemanusiaan.

Dengan visi ini, PKRT berkomitmen menjadi wadah yang berdaya, beretika, dan berkontribusi nyata bagi anggotanya serta masyarakat luas.


MISI

1. Membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.

Penjabaran:

PKRT berupaya menjalin kerja sama yang produktif dan berkelanjutan dengan lembaga pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat lainnya. Kemitraan ini diarahkan untuk:

  • Mendukung program pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Purbalingga;
  • Meningkatkan peran serta PKRT dalam kegiatan kemasyarakatan, sosial, dan kebudayaan;
  • Memperluas jejaring kolaborasi yang saling menguntungkan untuk kepentingan bersama.


2. Meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan anggota.

Penjabaran:

PKRT berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggotanya melalui:

  • Pelatihan, workshop, dan kegiatan edukatif;
  • Program peningkatan keterampilan wirausaha dan pengembangan karier;
  • Fasilitasi peluang kerja sama ekonomi dan sosial antaranggota.

Tujuan akhirnya adalah agar anggota PKRT menjadi pribadi yang tangguh, berdaya saing, dan sejahtera.


3. Membangun sistem kewirausahaan melalui Sayap Organisasi PKRT.

Penjabaran:

PKRT mendorong pembentukan dan pengembangan Sayap Organisasi yang berfokus pada kegiatan ekonomi dan usaha produktif anggota.

Langkah ini dilakukan untuk:

  • Mengembangkan unit usaha kolektif atau koperasi PKRT;
  • Menumbuhkan semangat wirausaha sosial yang berbasis gotong royong;
  • Menjadikan PKRT sebagai organisasi yang memiliki sumber pendanaan mandiri.


4. Membangun sistem nilai positif untuk menjaga marwah organisasi.

Penjabaran:

PKRT menanamkan budaya organisasi yang menjunjung tinggi integritas, kebersamaan, dan loyalitas terhadap nilai-nilai luhur paguyuban.

Upaya ini dilakukan dengan:

  • Menerapkan kode etik dan tata tertib organisasi;
  • Menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap nama baik PKRT;
  • Menjadikan setiap kegiatan organisasi sebagai sarana pembinaan karakter anggota.


5. Memperluas jaringan dan akses dengan media serta organisasi sosial lain.

Penjabaran:

PKRT berperan aktif dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya media massa dan organisasi sosial, guna:

  • Meningkatkan eksposur positif PKRT di masyarakat;
  • Menyebarluaskan nilai-nilai solidaritas, kebersamaan, dan pengabdian sosial;
  • Menjadikan PKRT sebagai organisasi yang terbuka, komunikatif, dan dikenal luas oleh masyarakat.


Kesimpulan

Penjabaran visi dan misi ini menjadi arah strategis dan kompas moral bagi seluruh pengurus dan anggota PKRT Kabupaten Purbalingga dalam melaksanakan program, kegiatan, dan kebijakan organisasi secara berkesinambungan, profesional, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial.



 Purbalingga, 23 Agustus 2025 – Sebanyak 60 orang perwakilan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PKRT) Kabupaten Purbalingga turut ambil bagian dalam Pawai Kebangsaan Purbalingga 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan berlangsung meriah dengan semangat kebangsaan yang tinggi.

Pawai Kebangsaan tahun ini diikuti oleh 111 kontingen yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, ormas, hingga komunitas budaya. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan jalannya pawai di sepanjang rute yang membentang dari GOR Goentoer Darjono hingga Alun-Alun Purbalingga.

Rute pawai dimulai dari GOR Goentoer Darjono, melewati Jl. Komisaris Notosumarsono, Jl. Usman Janatin, Jl. Jenderal Soedirman Barat, Alun-alun Barat, dan Alun-alun Selatan yang menjadi lokasi Panggung Kehormatan tempat Bupati Purbalingga, Wakil Bupati, serta jajaran Forkopimda menyaksikan penampilan para peserta. Pawai berakhir di Alun-Alun Timur, dengan suasana penuh kemeriahan dan semangat nasionalisme.

Keikutsertaan PKRT Kabupaten Purbalingga dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata partisipasi aktif dalam mendukung program pemerintah daerah, sekaligus mempererat solidaritas antar ketua RT se-Kabupaten Purbalingga. Dengan mengenakan seragam khas PKRT, para peserta menampilkan formasi barisan yang rapi serta membawa pesan kebersamaan, gotong royong, dan semangat membangun masyarakat dari lingkungan terkecil.

Sekjen PKRT Kabupaten Purbalingga, Budi Rahardjo, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme anggotanya.

“Partisipasi kita dalam Pawai Kebangsaan ini bukan sekadar memeriahkan peringatan HUT RI, tetapi juga sebagai simbol semangat kebersamaan PKRT untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Purbalingga,” ujarnya.

Acara berlangsung tertib dan meriah. Rekayasa lalu lintas diberlakukan di sepanjang jalur pawai untuk memastikan kelancaran acara, sementara warga tetap dapat menikmati atraksi budaya, musik, dan kreativitas dari seluruh kontingen.

Melalui momentum ini, PKRT Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, dan terus berperan aktif dalam kegiatan masyarakat di berbagai bidang.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget