Ketika banjir bandang menerjang kawasan kaki Gunung Slamet, yang tersisa bukan hanya lumpur dan puing-puing. Ada rumah yang rusak, ada dapur yang tak lagi mengepul, ada keluarga yang harus menata ulang harapan di tengah duka.
Di saat itulah, kepedulian keluarga besar PKRT Kabupaten Purbalingga bergerak. Tanpa banyak kata, tanpa menunggu aba-aba panjang, para Ketua RT dan simpatisan GALIBU PKRT bergandengan tangan. Dari desa ke desa, dari kecamatan ke kecamatan, tumbuh satu semangat yang sama: kita tidak boleh membiarkan saudara kita menghadapi musibah sendirian.
Program GALIBU PKRT menjadi jembatan kebaikan. Bantuan dikumpulkan dengan penuh keikhlasan, lalu disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak. Makanan dan bahan pangan untuk mengisi kembali dapur yang kosong. Pakaian dan perlengkapan rumah tangga untuk mengganti yang hanyut terbawa arus. Material bangunan untuk membantu tegaknya kembali dinding-dinding harapan yang sempat roboh.
Relawan turun langsung ke lokasi. Mereka mengangkut, mendistribusikan, bahkan ikut membersihkan sisa-sisa bencana. Ada peluh, ada lelah, tetapi lebih besar lagi rasa persaudaraan yang menguatkan.
Namun kepedulian ini tidak berhenti pada satu peristiwa. Dengan mempertimbangkan kondisi wilayah Kabupaten Purbalingga yang luas dan cuaca yang masih menyimpan potensi bencana susulan, sebagian amanah donasi disepakati untuk disimpan sebagai cadangan dana sosial PKRT PEDULI.
Langkah ini bukan karena menahan bantuan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dan kesiapsiagaan. Karena kita belajar, bahwa musibah bisa datang tanpa aba-aba—baik banjir susulan, tanah longsor, maupun kebakaran rumah yang dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi di beberapa kecamatan.
Setiap amanah yang dititipkan adalah kepercayaan. Setiap paket bantuan yang diserahkan adalah doa. Dan setiap langkah relawan di lapangan adalah bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat.
Kisah ini bukan sekadar tentang bantuan. Ini adalah cerita tentang hati yang tergerak, tentang tangan-tangan yang saling menggenggam, dan tentang keyakinan bahwa dalam kebersamaan, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan.
Terima kasih kepada seluruh keluarga besar PKRT yang telah menjadi bagian dari gelombang kebaikan ini.
PKRT Peduli. PKRT Hadir. PKRT Mengabdi.


Posting Komentar